Bila Papua persisnya Merauke dipersiapkan menjadi ‘Food Estate’ yang berbasis karbohidrat, Kalimantan khususnya Kalimantan Barat sesungguhnya telah mempersiapkan diri menjadi ’Food Estate’ berbasis protein hewani. Agroborneo, majalah triwulanan menyebarkan berita dari sumbernya, Kalimantan. Kabar lokal ini yang dibawa Visionsaga ke ranah global.
Sumber protein hewani yang terjangkau dan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat luas adalah daging ayam dan telur. Kedua komoditi di atas, terbukti dapat dipenuhi oleh usaha peternakan ayam ras. Saat ini di Kalbar ada empat breeding farm yang mampu menyediakan 2 juta ekor anak ayam ras tipe pedaging per bulan. Peternakan ayam ras petelur dengan populasi 2,7 juta ekor, yang bibitnya masih dipasok dari breeding farm di Jawa.
Rumah pemotongan dan industri pengolahan daging ayam memang belum ada, sehingga hal ini menjadi alasan bagi pengusaha restoran cepat saji di Kalbar untuk membeli daging ayam beku dari Jawa. Akan tetapi dengan pengalaman ‘over supply’ Nasional komoditi unggas di akhir 2009 hingga awal 2010 lalu, yang berimbas kepada jatuhnya harga komoditi unggas di Kalbar, maka semakin mendorong pelaku agribisnis ayam ras Kalbar untuk segera membangun rumah pemotongan ayam dan cold storage yang juga berfungsi sebagai pengaman harga bila terjadi kelebihan pasokan.
Semangat Kalbar mencapai kemandirian pangan, juga terlihat pada pendirian pabrik pakan ternak yang bertujuan mengurangi ketergantungan pakan ternak dari luar Kalbar. Selain menjaga kualitas pakan dan meningkatkan efisinsi usaha peternakan di Kalbar, juga mendorong meningkatnya produksi jagung lokal.
Mendorong percepatan pertumbuhan agribisnis perunggasan yang dapat berperan sebagai lokomotif pembangunan pertanian secara luas, Asosiasi Agribisnis Perunggasan Kalimantan Barat (AAP KALBAR) bermaksud menerbitkan media cetak berupa Majalah Triwulan bernama AGROBORNEO dengan tujuan meyuarakan kemajuan, peluang investasi dan tantangan pembangunan pertanian Kalimantan.
Agroborneo bekerjasama dengan Visionsaga untuk pengembangan dan penyebaran informasi lokal menjadi global. Media yang digunakan adalah website dan penggunaan sosial media.